Pendaratan manusia ke Bulan, Eksplorasi ataukah Eksploitasi ?
Astronomi

Pendaratan manusia ke Bulan, Eksplorasi ataukah Eksploitasi ?

ZidanRasyidi
24 Apr 2026
~ 5 menit
20 views

Ketika kita menemukan suatu tempat lalu terdapat ketertarikan dengan tempat tersebut, entah karena pemandangannya, orangnya maupun lingkungannya yang membuat kita terkesan, tentu suatu saat kita ingin untuk kembali mengunjungi tempat tersebut lebih-lebih jika tempat tersebut menjajikan sesuatu yang tidak kita miliki sebelumnya, misalnya pekerjaan, relasi atau tempat tinggal maka akan sangat mungkin kita akan menetap ke tempat tersebut. inilah yang saat ini kembali kita alami, ya, sebagai umat manusia.

beberapa ribu tahun yang lalu, leluhur kita bermigrasi dari daratan cina ke wilayah nusantara dan akhirnya menetap, beberapa abad yang lalu Jan Pieter Coen penasaran akan bumi nusantara dan mencoba mencari rempah dan berdagang dengan para masyarakat nusantara yang akhirnya menciptakan koloni belanda di negeri ini, di era yang sama pula Christoper Columbus (yang menurut sejarah barat) menemukan "daratan baru" Amerika yang karena atas dasar pembagian wilayah penjelajahan maka Columbus menetap dan mendirikan koloni disana. Semua peritiwa tersebut memiliki pola yang sama, menjelajah, mendapatkan sesuatu yang diinginkan kemudian menetap dan mendirikan sistem dan akhirnya berkembang sebagai koloni.

Bulan, Sang Peluang Kehidupan

Kali ini nampaknya pola itu terulang kembali namun dengan skala yang lebih besar, pada 1 April lalu misi Artemis sukses mengorbitkan wahana orion ke bulan lalu kembali lagi ke bumi, tujuannya jelas dan bersifat jangka panjang, menyiapkan manusia untuk kembali "menjelajah" bulan. Namun berbeda dengan misi Apollo pada tahun 1969 yang hanya dmotivasi oleh lmu pengetahuan baru dan penjelajahan (meskipun ada juga motif politik kala itu), misi Artemi saat ini dengan manusia yang hampir telah mengetahui isi bulan itu sendiri hampir pasti tujuannya tidaklah hanya sekedar eksplorasi.

Sebagaimana yang telah diketahui berdasarkan penelitian selama beberapa dekade bahwa bulan memiliki berbagai macam mineral yang sangat dibutuhkan manusia namun langka di bumi seperti helium dan tanah jarang lainnya yang sangat diperlukan dalam pengembangan teknologi modern. Harus kita akui bahwa bulan nampaknya sangat menjanjikan untuk kita jelajahi dan terlebih lagi kita tinggali, setidaknya itulah salah satu tujuan terselubung dengan motif politik dan ekonominya yang tidak banyak orang ketahui.

Ya, kita tentu bangga karena ini adalah lompatan besar karena kita bisa kembali lagi ke bulan dengan teknologi yang lebih canggih dan modern, namun jika motifnya tidaklah murni penjelahan melainkan disertai gairah untuk "menjarah" kekayaan bulan dan keinginan untuk membentuk koloni dan menetap disana itu lain hal.

Bumi yang ditinggalkan

Jika kita telah menetap di tempat baru, sangat kecil kemungkinan kita untuk kembali kecuali di saat-saat tertentu, seperti kita mudik ketika idul fitri bagi kitayang merantau atau benar-benar kembali jika tempat yang baru itu sudah tidak menjanjikan apapun lagi.

Seperti itulah kondisi bumi jika orang-orang terdidik yang lahir dari "rahim"-nya lebih memilih fokus mengembangkan diri ke bulan (yang belum tentu ramah untuk ditinggali dalam jangka panjang) daripada fokus di bumi untuk menyelesaikan masalah-masalah ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan yang ditimpa bumi saat ini. Bumi perlahan akan dilupakan dan didalamnya hanya akan tertinggal orang-orang yang "kurang bisa" merawatnya sehingga tentu akan menciptakan skala ketimpangan yang luar biasa besar sesama umat manusia

Langkah bijak peradaban

Berbekal kecintaan terhadap alam semesta, tata surya, bumi dan lingkungan kita dan sebagai seorang "Astronom Amatir" yang kurang lihai menjabarkan astronomi dalam bahasa matematis namun banyak terinspirasi oleh karya-karya Carl Sagan, menurut kaca mata penulis, kebijaksanaan yang telah diwariskan leluhur kitalah (baik melalui agama, adat dan tradisi maupun perjanjian-perjanjian tertulis dan tidak tertulis di masa lampau) yang harus kita pegang untuk terus selalu merawat tempat yang kita tinggali ini. Mengeksplorasi bulan adalah hal luar biasa yang patut kita banggakan, dan mengeksploitasinya boleh saja asal mempertimbangkan banyak aspek terutama kemanusiaan dan peradaban.

Tags:

Bagikan Artikel

ZidanRasyidi

Zidan Rasyidi Lazuardani

Penulis

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!