Si-ShoPint 2 : Sistem Presensi Sholat Pintar
Memantau aktivitas belajar anak saat ini relatif mudah, orang tua tinggal menitipkan anaknya ke lembaga formal seperti sekolah atau non-formal seperti les dan mengaji, maka orang tua tidak akan khawatir perihal pendidikan anaknya pada saat itu karena sudah percaya akan ada guru atau tenaga kependidikan lain yang akan mengawasinya. Lalu bagaimana dengan pengawasan ibadahnya ?
Dilema orang tua dan guru
Memang, ketika di sekolah ada pembiasaan sholat dzhuhur berjamaah, namun bagaimana dengan ke 4 waktu sholat lainnya ?, apalagi jika waktu libur ?. Sebagai orang tua kadangkala harus sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya, sebagai guru dan pengajar, kadangkala tidak bisa satu persatu memantau aktivitas siswa atau santri dalam hal ibadah terlebih jika diluar jangkauannya. Padahal, dalam islam penekanan terhadap pembiasaan ibadah pada anak khususnya usia 7 tahun keatas sangat dianjurkan, tentu saja hal ini juga perlu pemantauan terus menerus.

Bagi anak, bermain dengan hal-hal baru dan menarik adalah sebuah keinginan yang kalau bisa setiap hari harus didapatkan, sementara sering sekali anak sangat tidak suka dipantau dalam hal apapun, termasuk ketika bermain atau ibadah. Hal ini tentu memberikan tantangan bagi orang tua yang harus bekerja, mengurus rumah tangga dan mendidik anak secara sekaligus, apalagi jika harus memantau kebiasaan bermain dan ibadahnya. Sungguh sangat menguras energi, bukan ?
Tips merubah kebiasaan
Dalam bukunya yang terkenal berjudul Atomic Habit, james clear seorang ahli kebiasaan baik menjelaskan bahwa salah satu tips untuk merubah kebiasaan adalah "Menjadikannya menarik", hal ini berlaku untuk siapapun dan kebiasaan apapun. Bagi anak-anak, aktivitas sholat adalah hal yang biasa, dianggap monoton dan berulang-ulang sehinga jika tidak diperhatikan akan cepat bosan, sementara hal baru bagi anak-anak adalah sesuatu yang menarik dan jika hal itu menarik maka akan bisa memikatnya untuk terus-menerus melakukannya apalagi jika ada kawan yang membersamainya.
Integrasi Teknologi
Kita sudah menemukan caranya, mungkin memberikan semacam reward atau hadiah bagi anak-anak yang bisa melakukan sholat 5 waktu berjamaah di masjid tepat pada waktunya, misalkan. Namun, bagaimana cara kita memantaunya ?, tidak mungkin kita harus mencatat satu-persatu aktivitas sholat anak-anak kita jam berapa dia ke masjid, dengan siapa, apakah anak benar-benar ke masjid atau justru bermain ?, Ya, teknologi adalah jawabannya. Ada banyak cara bagaimana teknologi diterapkan untuk memudahkan pemantauan aktivitas anak-anak terutama dalam memantau aktivitas sholatnya, salah satunya adalah melalui sistem yang kami buat yaitu bernama Si-ShoPint: Sistem Presensi Sholat Pintar.

Dalam sistem tersebut terdiri dari Reader atau alat pencatat kehadiran menggunakan sidik jari dan kartu pintar yang ditempel di dinding masjid dan Aplikasi / Website yang terinstal di HP orang tua dan guru yang digunakan untuk menampilkan data kehadiran di setiap waktu sholat. Ada juga sistem poin dengan 5 poin untuk setiap kehadiran, dan ketika mencapai jumlah poin tertentu akan ada reward berupa kenaikan level dan bagi santri dengan level tertinggi di akhir program maka akan mendapatkan hadiah.
Implementasi dan analisa
Si-ShoPint telah diterapkan di tahun 2024 dan tahun 2025 di TPQ Al-Munawwarah Brondong selama bulan Ramadhan dan secara umum hasilnya cukup efektif dan mampu meningkatkan partisipasi santri dalam melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah di masjid dengan tepat waktu. Dari hasil pelaksanaan diperoleh data-data kehadiran yang kemudian dapat diolah dan dianalisa lebih lanjut seperti mencari santri terajin, waktu sholat apa saja yang sering dihadiri para santri, bagaimana kedisiplinan dan ketepatan waktunya hingga bagaimana konsistensi santri dalam pelaksanaanya dari waktu ke waktu.

Rancang bangun, desain, pelaksanaan, analisa hingga evaluasi dapat anda baca di ebook pdf yang diunduh di website zidcreative dengan judul Si-ShoPint 2.
Keaktifan, disiplin hingga konsistensi
Bagi anak-anak, siswa maupun santri akan sangat menyenangkan melakukan aktifitas ibadah dan sholat dengan sistem poin seperti game atau sebuah permainan yang tiap kali presensi mendapat bonus dan tanpa merasa diawasi, ini juga selaras dengan kita mengajarkan sistem pencatatan amal baik yang dilakukan oleh malaikat ketika kita melakukan amal baik. Bagi orang tua, mendapatkan informasi bahwa anaknya telah hadir ke masjid untuk sholat dan kehadirannya tercatat konsisten merupakan sebuah kemudahan dalam pemantauan dan pembentukan kebiasaan sang anak untuk beribadah tepat waktu. dan bagi guru tentu lebih dari itu, para pengajar bisa mengevaluasi tren kehadirannya dan lebih mudah dalam mengawasi peserta didiknya serta sebagai acuan untuk mengembangkan kegiatan lainnya yang serupa.
eaktifan santri diperoleh dari seberapa sering santri / anak datang dan melakukan presensi kehadiran ketika jam-jam sholat. Kedisiplinan diketahui dari seberapa tepat waktunya anak-anak / santri dalam melakukan presensi di jam-jam sholat apakah mendekati atau jauh dari waktu adzan atau bahkan lebih awal atau terlambat. Konsistensi santri dapat dilihat dari seberapa konsisten santri ketika datang pada waktu sholat, apakah terus menerus setiap hari, kadang-kadang, hadir selalu tepat waktu atau kadang tepat waktu kadang pula terlambat semua bisa diketahui dengan baik.
Semoga bermanfaat
Zidan Rasyidi Lazuardani
Penulis
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!