Kita Kecil, Kecil Sekali, dan Sangat Kecil
Umpamakan kita punya sebutir kelereng berwarna biru lalu kita meletakkannya di tengah-tengah lapangan sepak bola pada saat senja kemudian kita berjalan menjauh ke tepian lapangan dan memotret kelerang tersebut dari tepi lapangan. Setelah fotonya kita dapat apakah kita bisa melihat kelereng tersebut ?, tentu bisa asal hanya jika dipotret dengan resolusi tinggi dan dengan pencahayaan yang tepat, itupun akan tampak seperti titik kecil walau fotonya kita perbesar / zoom in.
Bumi dari tepian tata surya
Seperti itulah bumi, nampak sebagai titik kecil kebiruan yang pucat ketika dipotret dari sebuah robot / pesawat tak berawak antariksa bernama Voyager 2 yang berada sedikit lebih jauh dari planet Neptunus. Ya, robot itu diluncurkan dari bumi tahun 1977 lalu terbang ke luar angkasa melintasi orbit bulan, mars, sabuk asteroid, yupiter, saturnus, dan uranus dengan kecepatan 60.000 Km/Jam yang pada tahun 1989 ketika sampai planet neptunus robot tersebut menghadap ke arah bumi dan memotretnya dari kejauhan.
Carl sagan, melalui bukunya yang berjudul "Pale Blue Dot" berusaha memahamkan betapa kecilnya kita di alam semesta ini. Semua orang baik itu tua atau muda, kaya atau miskin, laki-laki maupun perempuan dengan segala keindahan desa maupun megahnya kota berada di dalam titik kecil itu. beragam peristiwa, ideologi, ekonomi, kepercayaan, ambisi, kebaikan dan keburukan serta segala permainan dan pertunjukkan maupun perdamaian dan peperangan yang dilakukan manusia didalamnya hanya untuk dan sebatas berada di titik kecil biru yang pucat ini, bumi.
Refleksi
Kita memang telah memahami kecilnya kita berdasarkan informasi dari kitab-kitab suci yang telah agama kita ajarkan, namun, memiliki gambaran nyata yang bisa dibayangkan dan dapat direnungi secara visual serta dikaji secara ilmiah atas kecilnya kita dan bumi kita ini membuat kita memiliki gambaran yang sangat jelas tentang betapa kecil dan sendirinya kita di alam semesta ini. Maka dari itu, sebagai manusia, tetaplah kita harus merawat bagian-bagian dari titik kecil ini karena hanya inilah satu-satunya rumah dan kehidupan kita.
Zidan Rasyidi Lazuardani
Penulis
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!