TinyVen System : Mesin Hadiah Otomatis Untuk Presensi Sholat
Edu-Tech

TinyVen System : Mesin Hadiah Otomatis Untuk Presensi Sholat

Z ZidanRasyidi • 26 Oct 2026 • ~ 5 menit • 8 views

Adzan maghrib berkumandang, Endra menuju masjid untuk menunaikan sholat maghrib. Terlebih dahulu endra menempelkan kartu pintarnya ke alat presensi Si-ShoPint sebagai tanda ia hadir menunaikan sholat maghrib. Endra datang tepat waktu dan memperoleh poin +5, jadi sekarang total poinnya adalah 42, dan karena poinnya lebih dari 40 maka Endra mendapat hadiah yang muncul otomatis dari mesin TinyVen. Ia mendapat biskuit susu dan ia sangat senang dan segera melangkah ke masjid dan siap untuk mengumpulkan poin untuk sholat-sholat berikutnya.

Seperti itulah cara kerja sistem TinyVen yang diintegrasikan dengan sistem Si-ShoPint yang telah ada sebelumnya. Sebuah mesin berbentuk seperti dispenser mini yang didalamnya terdapat hadiah berupa makanan ringan atau utilitas kecil yang dibungkus dengan selongsong hadiah. ketika sistem mendeteksi presensi baru dengan poin dan status yang memenuhi syarat maka mesin akan otomatis menjatuhkan hadiah ke kompartemen untuk siap diambil santri.

Perangkat TinyVen
Perangkat TinyVen

Bermula dari keinginan yang membosankan

Semenjak adanya Sistem Presensi Sholat Pintar (Si-ShoPint) yang diterapkan di TPQ Al-Munawwarah Brondong pada bulan ramadhan, para santri juga atas dorongan orang tua menjadi lebih antusias pergi sholat berjamaah ke masjid 5 waktu dari shubuh sampai dengan sholat isya' dan terawih. Para orang tua merasa anaknya lebih "diperhatikan" karena setiap menunaikan ibadah dan melakukan presensi otomatis akumulasi poinnya akan bertambah bagi anak-anak merasa tertantang untuk mengumpulkan poin sebanyak banyaknya.

Namun ketika ramadhan usai persoalannya menjadi berbeda, dorongan orang tua untuk memotivasi anak berjamaah ke masjid mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, disamping itu anak-anak juga mulai enggan karena menurut mereka poin saja yang ditampilkan di papan skor dan aplikasi kurang menarik bagi mereka dan mulai merasa bosan juga karena presensi dilakukan 5 kali sehari setiap hari.

Gamifikasi dari sistem pahala dan dosa

Dalam islam dikenal sistem pahala untuk kebaikan yang dilakukan dan dosa untuk keburukan yang dilakukan, sistem ini juga diadopsi di kehidupan sehari-hari sebagai reward atau penghargaan dan punishment atau hukuman dalam mengatur suatu sumber daya manusia. Penghargaan dan hukuman ini tentu akan sangat berefek jika dilakukan melalui bentu nyata dan tidak hanya pencatatan semata.

Sebagai seorang pengajar, para guru dan peneliti memikirkan bagaimana cara agar penghargaan atas aktivitas sholat bisa diterima secara instan oleh santri tanpa menyebabkan kebosanan karena terus menerus diberi hadiah. Menggunakan prinsip gamifikasi yaitu pemberian hadiah secara bertahap berdasarkan tahapan pencapaian yang dilakukan, akhirnya diciptakanlah sistem level tingkatan poin berdasarkan poin yang dicapai dan setiap level akan ada hadiah fisik yang didapatkan

Hadiah yang keluar otomatis dari perangkat
Hadiah yang keluar otomatis dari perangkat

Terinspirasi dari kantong doraemon yang misterius

Berdasarkan penelitian psikologi, orang terutama anak-anak cenderung sangat suka dengan sesuatu yang misterius, rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu yang diinginkan namun belum diketahui akan membuat mereka berusaha mendapatkannya. Dan meskipun akan dilakukan dengan cara berulang, mereka akan menganggap sesuatu ini adalah sesuatu yang baru karena belum diketahui.

Setelah mendapat rumusan jawabannya lalu timbul satu pertanyaan, bagaimana menerapkannya tanpa harus melibatkan guru pada setiap prosesnya ?, bagaimana cara agar hadiah bisa diberikan secara instan begitu poin tercapai ?, siapa yang memberinya dan bagaimana caranya agar otomatis dengan tetap mempertahankan "kemisteriusan" hadiah ?

Integrasi dengan teknologi

Akhirnya terciptalah ide untuk menerapkan teknologi untuk mengimplementasikannya, dibuatlah suatu perangkat hadiah yang dapat menampung hadiah tanpa bisa dilihat dan perangkat itu dapat mengeluarkan hadiahnya begitu level poin peserta terpenuhi. Menggunakan teknologi Internet of Things, sistem pemrosesan dengan mikrokontroller, sensor, penggerak servo dan dikemas dengan casing 3D Printing, juga dihubungkan dengan aplikasi untuk memantau dan memprediksi hadiah, jadilah sistem TinyVen yang menjadi asisten dalam memberikan hadiah santri setiap kali mereka sholat berjamaah.

Tampilan aplikasi untuk memantau sistem bagi guru / lembaga
Tampilan aplikasi untuk memantau sistem bagi guru / lembaga

Detail teknis dan pencapaian yang berhasil dilakukan serta pengaruhnya terhadap antusiasme santri dapat dilihat lebih lanjut dalam penelitian zidCreative di link berikut : TinyVen System


 

Bagikan Artikel

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!